KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA


Sekolah merupakan sebuah ekosistem. Di mana sekolah merupakan bentuk interaksi faktor biotik (murid, kepala sekolah, guru, tendik, penjaga sekolah, satpam, pengawas sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar) dan faktor abiotik (sarana, prasarana dan keuangan).







Pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan sumber daya adalah pendekatan berbasis aset (asset based thinking) dan pendekatan berbasis kekurangan (deficit based thinking). Pendekatan berbasis aset adalah pendekatan yang menekankan pada kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Sedangkan pendekatan berbasis deficit adalah pendekatan yang memusatkan perhatian pada kekurangan, apa yang mengganggu dan apa yang tidak bekerja.

Perbedaan antara pendekatan berbasis aset dengan pendekatan berbasis deficit yaitu

  • Pendekatan berbasis aset
  1. Fokus pada aset dan kekuatan.
  2. Membayangkan masa depan.
  3. Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut.
  4. Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan).
  5. Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan.
  6. Melaksanakan rencana aksi nyata yang sudah diprogramkan.
  • Pendekatan berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan
  1. Fokus pada masalah dan isu.
  2. Berkutat pada masalah utama.
  3. Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan, selalu bertanya apa yang kurang?
  4. Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain.
  5. Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah.
  6. Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek. 
Menurut Green dan Haines (2002) dalam asset building and community development, ada 7 aset utama yang disebut sebagai modal utama yaitu:

  1. Modal Manusia atau SDM (sumber daya manusia).
  2. Modal Sosial (aturan, norma, asosiasi).
  3. Modal Fisik (bangunan infrastruktur)
  4. Modal Alam/Lingkungan (potensi lingkungan, tanah dan kondisi alam).     
  5. Modal Modal Finansial (keuangan)
  6. Modal Politik (keterlibatan sosial/kerjasama dengan luar.
  7. Modal Agama dan Budaya

KESIMPULAN

Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya adalah pemimpin yang mampu mengenali menggali, menganalisis dan memetakan potensi sumber daya atau 7 aset utama daerah/sekolahnya dengan menggunakan pendekatan berbasis aset (Asset based thinking) yang ada kemudian memanfaatkan/ memberdayakan secara optimal sesuai kodrat dan zaman.

Cara Implementasi

  1. Mulai dari diri: mengubah mindset untuk senantiasa berpikir berbasis aset/kekuatan.
  2. Koordinasi dan Komunikasi: koordinaso dan komunikasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat.
  3. Kolaborasi: bekerjasama untuk memetakan 7 aset utama sekolah dengan pendekatan berbasis aset.
  4. Perencanaan: merencanakan perubahan kecik di kelas, sekolah dan masyarakat sekitar.
  5. Aksi Nyata: melakukan perubahan kecil di kelas, sekolah dan masyarakat sekitar.
  6. Refleksi dan Evaluasi: merefleksikan dan mengevaluasi aksi yang telah dijalankan.
Hubungan Pengelolaan Sumber Daya yanng tepat akan membantu Proses Pembelajaran Murid menjadi lebih berkualitas yaitu

  1. Pengelolaan sumber daya yang akan memaksimalkan peran dan fungsi dari setiap sumber daya sehingga mendukung proses pembelajaran murid lebih bervariasi dan berdiferensiasi.
  2. Pengelolaan sumber daya yang tepat dengan aset based thinking bersifak berkelanjutan sehingga dapat memberikan perubahan bagi proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas.
  3. Pengelolaan sumber daya dengan pendekatan berbasis aset berfokus pada kekuatan atau potensi murid sehingga murid dapat merespon secara kreatif.
  4. Pengelolaan sumber daya yang tepat mampu mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya sehigga proses pembelajaran menjadi lebih terarah.
Hubungan Materi Ini dengan Materi-materi Modul Guru Penggerak yaitu:

  • Modul 1.1. Filosofi KHD
         Seorang pemimpin pembelajaran memetakan potensi/kekuatan yang dimiliki oleh murid sebagai sumber daya modal manusia kemudian menuntun potensi tersebut agar tumbuh dan berkembang sesuai kodrat alam dan zaman.

  • Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak
          Pemetaan aset/kekuatan berbasis nilai dan peran Guru Penggerak seperti kolaboratif, reflektif, iovatif sehingga mampu mengoptimalkan potensi setiap sumber daya untuk menghasilkan pembelajaran yang berpihak pada murid sesuai profil Pelajar Pancasila.

  • Modul 1.3. Visi dan Misi Calon Guru Penggerak
          Pemetaan 7 aset utama sekolah dapat dilakukan dengan penerapan inkuiri apresiatif dan BAGJA. Pendekatan BAGJA juga berorientasi pada kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh sumber daya. BAGJA membuat arah pemetaan aset menjadi terstruktur dan berpihak pada murid.

Komentar